A.
Pendahuluan
Umpan balik meratapi sebuah perjalanan hidup
membawa niat hati ini akan berbagi tentang kebutuhan hidup, membawanya
kesenjangan yang terhalangi pengelompokan, telah kini teruraikan baur campur
indah dengan kebersamaan sudah seharus-nya. Sahabat yang di maksudkan di atas
telah menyadarkan akan pentingnya bertetangga
dalam ruang ligkup hidup ini adalah sebagai pancingan kita untuk
meraihnya. Karna memanglah orang
disekitar kita yang bisa melambungkan naik keatas sana. Tanpa seorang
personalia atau pendistribusi dari karya_karya kita, maka dengan mustahil akan
tersebar-nya karya-karya itu. Siapakah pendistribusi itu melainkan orang-orang
sekitar kitalah yang berperan besar.
Meledak-nya sebuah karya itu adalah hasil dari
sebuah proses yang terstukturi dengan sikap teladan seseorang, yakin juga
adalah tindakan dari sikap yang terus memimpikan akan hal yang di gelutinya bisa
dan dapat terjadi pun karna memanglah dari mimpi kita akan mendapatkan-nya.
Kenapa, karma ketika seseorang memimpikan dari cita-citanya maka sikap pada
lapangan-nya pun secara tidak langsung maka seseorang itu akan selalu melangkah
dan berjalan pada satu mimpinya itu. sehingga perlahan akan terjadilah mimpi
itu tanpa disadari. Satu cerita bahwa seorang anak yang ketika itu berkeinginan
mempunyai sepeda motor, keseharian-nya dia terus memimpikan dan terotomasi
sikap dan tindakan-nya pun seseorang itu terus berusaha maka setelah dengan
usahanya terbelilah sepeda motorpun. Akan tetapi seperti yang di jelaskan jika
seseorang tadi tidak bermimpi untuk mempunyai sepeda motor, maka ketika dia
mempunyai uangpun seseorang itu tidak akan pernah membeli motor karna
sedikitpun tak bermimpi menginginkan-nya. Bisa jadi dia memilih yang lain dari
mimpi-nya.
Kehendak sebuah hasil, harus di
tekankan bahwa sebagai bahan evaluasi kepada rekan rekan ketika bermimpipun
seharus-nya sudah kita ber ikhtiar dan ber do’a, karma bagai manapun semua
kehendak kita atas ijin dan panggilan yang pencipta. Artinya sebagai di
contohkan bahwa banya kasus terjadi seperti kakek bermimpi haji. Bisa tidak
terjadi oleh berbagai hal dikarnakan tidak ada panggilan dan kehendak, karna
memang ada ketika akan melaksanakan kakek tersebut sudah di pagil terlebih
dahulu dari masa aktif-nya atau mati. Dan banyak lagi berbagai contoh-nya. Agar
tidak menjadi kehilangan kesadaran dalam kata lain gila, maka harus juga
diberitahukan ketika kita memikirkan dan berkeinginan di masa muda dewasa kini
alangkah baiknya dalam menjaga hal dari ketidak inginan dalam berbagai masalah-nya
harus kita bareungi ikhtiar dar ber do’a dari apa yang kita impikan. Namun
tetaplah untuk yakin sebagai generasai penerus untuk melanjutkan berkiprah di
dunia ini dari bermimpi untuk menguasai alam ini sebagai yang kedua dari sang
pencipta ALLAH SWT. Teruslah bermimpi tujuanya untuk meerahnya.
B.
Manajemen teori
Inti dari kepemimpinan
adalah manajemen bahwasanya seorang pemimpin itu dikenal sifat-sifat atau
karakteritis pribadinya. Pada umumnya seorang pemimpin itu akan ditentukan dari
keberhasilanya oleh sifat-sifat jasmaniah dan rohaniahnya pun sehingga sangat
penting untuk mengetahuai dari kaitan antara keberhasilan pemimpin dari sifat
karakteristiknya. Kepemimpinan seseorang dapat kita bedakan menurut golongan
dari berbagai tipe-tipe dalam gaya kepemimpinan-nya, dari beberapa tipe
kepemimpinan itu diantaranya ¹tipe otokratis, tipe seperti ini
dari gaya kepemimpinannya
seorang pemimpin menganggap organisasi sebagai milik pribadi, menganggap
bawahan sebagai alat, tidak menerima kritik saran dan pendapat pun juga sering
mempergunakan pendekatan yang bersifat paksaan. ²tipe militeristis, yaitu sifat
seorang pemimpin yang sering mempergunakan sistem perintah (intruksi),
menyandarkan diri pada pangkat dan jabatan-nya, senang kepada pormalitas yang
berlebihan membuat sikaf disipllin mati dan tidak senang di kritik juga
menggemari upacara-upacara. ³paternalistis, tipe seorang pemimpin ini menganggap
dan memandang bawahan sebagai anak-anak, bersikap terlalu melindungi, seorang
ini jarang memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan juga jarang
memberikan kesempatan untuk mengembangkan daya kreasi dan vitalitasnya, jarang
memberikan untuk berinisiatip pun bersikap mahatahu.
C.
Motivasi sumber daya sebagai manajemen
Pada dasarnya manajemen sumber daya manusia berisikan
langkah-langkah perencanaan, penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan
penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu, baik individual maupun
organisasi. Motivasi adalah sebagai proses mempengaruhi juga mendorong
seseorang dari luar terhadap seseorang juga kelompok, artinya bahwa sebagai
desakan yang alami. Pekerjaan yang dilakukan manajer dalam memberikan
inspirasi, semangat dan dorongan kepada orang lain adalah motivasi menurut
liang gie. Dari beberapa banyak teori motivasi yang banyak dikemukakan para
ahli manajemen terdapat salah satu teori yang banyak mendapat sambutan yang
amat positif dalam bidang manajemen organisasi adalah teori hierarki, Abraham
maslow mengemukakan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang
tersusun dari tingkat yang paling mendasar sampai pada tingkatan yang lebih
tinggi, akibatnya setiap kebutuhan paling rendah telah terpenuhinya maka akan
muncul pula kebutuhan yang lain lebih tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar