Kamis, 20 Desember 2012

karya itu


A.    Pendahuluan
            Umpan balik meratapi sebuah perjalanan hidup membawa niat hati ini akan berbagi tentang kebutuhan hidup, membawanya kesenjangan yang terhalangi pengelompokan, telah kini teruraikan baur campur indah dengan kebersamaan sudah seharus-nya. Sahabat yang di maksudkan di atas telah menyadarkan akan pentingnya bertetangga  dalam ruang ligkup hidup ini adalah sebagai pancingan kita untuk meraihnya.  Karna memanglah orang disekitar kita yang bisa melambungkan naik keatas sana. Tanpa seorang personalia atau pendistribusi dari karya_karya kita, maka dengan mustahil akan tersebar-nya karya-karya itu. Siapakah pendistribusi itu melainkan orang-orang sekitar kitalah yang berperan besar.
            Meledak-nya sebuah karya itu adalah hasil dari sebuah proses yang terstukturi dengan sikap teladan seseorang, yakin juga adalah tindakan dari sikap yang terus memimpikan akan hal yang di gelutinya bisa dan dapat terjadi pun karna memanglah dari mimpi kita akan mendapatkan-nya. Kenapa, karma ketika seseorang memimpikan dari cita-citanya maka sikap pada lapangan-nya pun secara tidak langsung maka seseorang itu akan selalu melangkah dan berjalan pada satu mimpinya itu. sehingga perlahan akan terjadilah mimpi itu tanpa disadari. Satu cerita bahwa seorang anak yang ketika itu berkeinginan mempunyai sepeda motor, keseharian-nya dia terus memimpikan dan terotomasi sikap dan tindakan-nya pun seseorang itu terus berusaha maka setelah dengan usahanya terbelilah sepeda motorpun. Akan tetapi seperti yang di jelaskan jika seseorang tadi tidak bermimpi untuk mempunyai sepeda motor, maka ketika dia mempunyai uangpun seseorang itu tidak akan pernah membeli motor karna sedikitpun tak bermimpi menginginkan-nya. Bisa jadi dia memilih yang lain dari mimpi-nya.
          Kehendak sebuah hasil, harus di tekankan bahwa sebagai bahan evaluasi kepada rekan rekan ketika bermimpipun seharus-nya sudah kita ber ikhtiar dan ber do’a, karma bagai manapun semua kehendak kita atas ijin dan panggilan yang pencipta. Artinya sebagai di contohkan bahwa banya kasus terjadi seperti kakek bermimpi haji. Bisa tidak terjadi oleh berbagai hal dikarnakan tidak ada panggilan dan kehendak, karna memang ada ketika akan melaksanakan kakek tersebut sudah di pagil terlebih dahulu dari masa aktif-nya atau mati. Dan banyak lagi berbagai contoh-nya. Agar tidak menjadi kehilangan kesadaran dalam kata lain gila, maka harus juga diberitahukan ketika kita memikirkan dan berkeinginan di masa muda dewasa kini alangkah baiknya dalam menjaga hal dari ketidak inginan dalam berbagai masalah-nya harus kita bareungi ikhtiar dar ber do’a dari apa yang kita impikan. Namun tetaplah untuk yakin sebagai generasai penerus untuk melanjutkan berkiprah di dunia ini dari bermimpi untuk menguasai alam ini sebagai yang kedua dari sang pencipta ALLAH SWT. Teruslah bermimpi tujuanya untuk meerahnya.
B.    Manajemen teori
            Inti dari kepemimpinan adalah manajemen bahwasanya seorang pemimpin itu dikenal sifat-sifat atau karakteritis pribadinya. Pada umumnya seorang pemimpin itu akan ditentukan dari keberhasilanya oleh sifat-sifat jasmaniah dan rohaniahnya pun sehingga sangat penting untuk mengetahuai dari kaitan antara keberhasilan pemimpin dari sifat karakteristiknya. Kepemimpinan seseorang dapat kita bedakan menurut golongan dari berbagai tipe-tipe dalam gaya kepemimpinan-nya, dari beberapa tipe kepemimpinan itu diantaranya ¹tipe otokratis, tipe seperti ini dari gaya kepemimpinannya seorang pemimpin menganggap organisasi sebagai milik pribadi, menganggap bawahan sebagai alat, tidak menerima kritik saran dan pendapat pun juga sering mempergunakan pendekatan yang bersifat paksaan. ²tipe militeristis, yaitu sifat seorang pemimpin yang sering mempergunakan sistem perintah (intruksi), menyandarkan diri pada pangkat dan jabatan-nya, senang kepada pormalitas yang berlebihan membuat sikaf disipllin mati dan tidak senang di kritik juga menggemari upacara-upacara. ³paternalistis, tipe seorang pemimpin ini menganggap dan memandang bawahan sebagai anak-anak, bersikap terlalu melindungi, seorang ini jarang memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan juga jarang memberikan kesempatan untuk mengembangkan daya kreasi dan vitalitasnya, jarang memberikan untuk berinisiatip pun bersikap mahatahu.
C.      Motivasi sumber daya sebagai manajemen
             Pada dasarnya manajemen sumber daya manusia berisikan langkah-langkah perencanaan, penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu, baik individual maupun organisasi. Motivasi adalah sebagai proses mempengaruhi juga mendorong seseorang dari luar terhadap seseorang juga kelompok, artinya bahwa sebagai desakan yang alami. Pekerjaan yang dilakukan manajer dalam memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada orang lain adalah motivasi menurut liang gie. Dari beberapa banyak teori motivasi yang banyak dikemukakan para ahli manajemen terdapat salah satu teori yang banyak mendapat sambutan yang amat positif dalam bidang manajemen organisasi adalah teori hierarki, Abraham maslow mengemukakan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang tersusun dari tingkat yang paling mendasar sampai pada tingkatan yang lebih tinggi, akibatnya setiap kebutuhan paling rendah telah terpenuhinya maka akan muncul pula kebutuhan yang lain lebih tinggi.    
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar